Daydreamer’s Daydreams

DIA TAK AKAN PERNAH PERGI

Oktober 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ada apa di balik peluk hangatnya malam itu ?

Apa yang disembunyikannya di balik tatapan itu ?

Ada apa dengan hatiku ?

Ke mana perginya akal sehatku ?

Mungkin hanya karena aku yang terlalu emosional

Mungkin hanya karena sifatku saja yang terlalu perasa

Rasa ini begitu meluap-luap dan ingin membludak keluar saja…

Terpendam begitu dalam

Karena rasa ini tabu…

Karena rasa ini semestinya tak pernah ada…

Karena rasa ini salah

Berbulan-bulan…

Bertahun-tahun…

Kukagumi dia dalam diamku

Senyuman itu…

Sorot matanya yang tulus

Kebesaran hatinya

Kebaikannya pada siapapun

Kecerdasannya

Aroma parfumnya

Bahkan seporsi kecil keangkuhannya…

Menjadikan dia sesosok manusia unik…

Yang indah meskipun tak cemerlang

Di mataku…

Aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana

Aku cuma tahu…

Bahwa tak seharusnya dia berada di dalam hatiku

Semakin keras usahaku untuk menyingkirkannya dari sana…

Malah semakin dalam dia menancapkan pasaknya

Saat aku lelah untuk mengusirnya…

Dia pun berdiam dengan tenang di sana

Tak pernah melangkah ke mana-mana…

Tak pernah keluar dari ruangan itu

Seolah mengatakan…

”Aku tak akan pernah pergi dari sini !”

DayDreamer – 10 Nov. 2008

→ Tinggalkan KomentarKategori: LOVE and LIFE · My All-Time Favourites (2006-2008)

Hancur Sudah…

Oktober 7, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rasa ini sungguh tak tertahankan dan sangat menyakitkan.

Hati yang telah lama rapuh ini kini hancur kau kecewakan.

Tak ada lagi kata sayang yang dapat keluar dari bibirku yang terkatup rapat bagimu.

Hatiku sudah mati rasa…

Cahayamu telah redup di mataku…

Hanya sesosok bayang-bayang semu yang tersisa…

Di suatu dimensi di mana hadirmu bahkan telah hilang maknanya bagiku.

Bukan segudang harta dalam genggaman yang kuharapkan saat tanganmu terjulur untuk menggapaiku…

Bukan pula rayuan gombal bagai musik yang mengalun indah di telingaku…

Hanya kuminta sepotong kecil hatimu yang cukup besar untuk memperjuangkanku…

Hanya kuminta kau sentuh hatiku dengan ketulusan dalam segala tindak-tandukmu…

Hanya kuminta sebagian kecil saja hatimu yang tidak lebih kecil dari mulut besarmu…

Hanya ku ingin kau hadir di sini, bukan sekedar angan…

Itu saja…

Hancur Sudah

DayDreamer, 0610’09

→ Tinggalkan KomentarKategori: LOVE and LIFE

Lazy Times

Oktober 7, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

I’m sitting here in my room

Play my guitar and sing some songs I know

Drink a cup of coffee

Let my imagination playing around

Do some lazy things

Then write down anything that pops-out in my mind

Thinking of things that I should have done

But all I want to do is just doing nothing

Rest my left hemisphere just for sometimes…

I don’t really care of anything right now

And all I need is just a space to breath

To forget all my sadness and the feeling of loneliness

Count my blessings and try to enjoy everything I have now in my life

By doing some lazy things

Or just do nothing…

Lazy Times

DayDreamer

→ Tinggalkan KomentarKategori: LOVE and LIFE

DUNIA GELAP

Oktober 7, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dunia Gelap

Gelap adalah sebuah Dunia…

Di mana hening adalah musik yang mengalun indah di telinga.

Di mana angan melayang bebas menembus cakrawala.

Di mana hati bersenda-gurau dengan asa.

Dunia Gelap adalah sebuah tempat…

Di mana bibir berkomat-kamit melantunkan puji-pujian bagiNya.

Di mana waktu tak lagi mempedulikan detak jam yang terus berjalan.

Di mana jiwa hanya ditemani oleh setiap denyut nadi yang mengalirkan kehidupan.

Gelap adalah sebuah Dunia…

Di mana Terang terasa terlalu menyilaukan.

DayDreamer, September 2009

→ Tinggalkan KomentarKategori: CERITA Fiksi / Fictions · LOVE and LIFE

1 SYAWAL 1430 H

Oktober 7, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

I don’t feel like winning today…

Ramadhan kali ini kurasakan berlalu terlalu cepat.

Belum cukup rasanya aku memperbanyak ibadah di Bulan Suci ini.

Berbagai rasa yang menodai hati…

Setumpuk beban dalam pikiran yang mengganggu kekhusyukan ibadah yang kukerjakan…

Semangat untuk mengejar rahmatNya yang meluntur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya…

Idul Fitri kali ini tidak terasa semegah sebelumnya bagiku.

Kumandang Takbir, entah kenapa, terasa seperti sekedar rutinitas tahunan yang terasa hambar dan tidak menggetarkan hati.

Paling tidak, itulah yang kurasakan pada malam hari menjelang 1 Syawal 1430 H, sampai pagi hari sebelum berangkat menuju tempat diadakannya Shalat Ied.

Beruntung saat berada di lapangan luas tempat manusia berkumpul untuk menjalankan Shalat Ied, akhirnya aku merasakan juga getaran di hati yang kurindukan saat sayup-sayup kusenandungkan Takbir yang melantun pelan dari mulutku.

Dan saat ribuan jemaah Shalat Ied berdiri serentak untuk bersiap memulai Shalat, timbul jugalah rasa takjub, haru, gembira, yang bercampur-aduk menjadi satu dan menyesakkan dada.

Ingin rasanya kuputar waktu untuk mengulangi lagi 29 hari Ramadhan yang telah berlalu…

Allahu Akbar…

Allahu Akbar…

Allahu Akbar…

Walilahilham…

Ya Allah… berikanlah aku kesempatan untuk dapat merasakan lagi berkah Ramadhan tahun depan…

Agar dapat kurasakan lagi kemenangan yang sesungguhnya di Hari Yang Fitri…

1 Syawal 1430 H

DayDreamer,

1 Syawal 1430 H

→ Tinggalkan KomentarKategori: Self Improvement

Blogger / Plagiator ???

September 22, 2009 · 1 Komentar

Haduh… Haduh…

Di tengah-tengah suasana ribut-ribut banyaknya Budaya Indonesia yang “dicaplok” Negeri Jiran, ternyata terjadi juga “pencaplokan” karya oleh sesama blogger…

Barusan saya iseng ngecek Blog Stats… kemudian di Referrers saya melihat ada link dari alamat sebuah blog di Blogspot yang tidak saya kenal. Iseng saja saya klik link itu…

Alangkah kagetnya saya waktu saya membuka blog itu dan menemukan beberapa posting saya yang di-post di blog itu. Nggak tanggung-tanggung… benar-benar di-copy-paste sampai-sampai sama persis format dan warna font-nya…!!!

Bukannya saya tidak pernah meng-copy posting orang lain di dalam blog saya… Tetapi, setiap kali melakukan itu, saya pasti meminta izin dulu kepada si empunya blog. Atau… Menyatakan/menuliskan dari mana sumber saya mendapatkan posting yang saya copy tersebut, sekaligus membuat link ke alamat blog tersebut… karena memang sudah seharusnya begitu bukan???

Untuk blogger di http://emotionheart.blogspot.com, saya mau positive thinking aja deh… Mungkin Anda adalah blogger baru yang belum paham betul mengenai etika nge-blog. Kalau Anda sempat membaca tulisan ini, semoga bisa menjadi masukan dan inspirasi positif bagi Anda… Amiiin… (Owh ya… By the way… Terimakasih karena telah mengunjungi blog saya ini…)

Dan, buat para pembaca… Inilah beberapa posting saya yang turut di-”post” pula di alamat blog tersebut:

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak para pembaca sekalian dan rekan-rekan sesama blogger, sekaligus mengingatkan diri saya sendiri… :


“Marilah kita saling menghargai hasil karya satu sama lain…”

dan

“Inspire yourself to be an inspiring person… and inspire others!!!”



DayDreamer, September 2009

→ 1 CommentKategori: Sekilas Info · Self Improvement
Ditandai:

Tour d’ JaTim, Agustus 2009… Sebuah Catatan Perjalanan (Pendahuluan)

September 3, 2009 · 1 Komentar

Perjalanan saya kali ini jelas jauh lebih menantang dibandingkan dengan perjalanan-perjalanan traveling saya sebelumnya. Dari segi lama perjalanan, sebelumnya paling lama saya hanya melancong selama 3 hari, sedangkan untuk Tour d’ JaTim ini saya menghabiskan waktu 1 minggu. Dari segi persiapan, pada perjalanan-perjalanan sebelumnya, kebanyakan saya menumpang menginap di tempat teman yang berada di kota yang saya kunjungi, ataupun menginap di tempat penginapan yang sebelumnya telah di-rekomendasikan oleh teman yang pernah berkunjung ke sana. Begitu juga dengan transportasi, biasanya saya sangat mengandalkan informasi dari teman yang sudah menguasai per-transport-an di kotanya. Sedangkan kali ini saya melakukan perjalanan dengan persiapan yang penuh dengan spontanitas tingkat tinggi, terutama karena waktu persiapan yang relatif pendek dan belum adanya teman yang pernah mengunjungi tempat-tempat yang akan saya kunjungi dengan metode traveling ala backpacker @ backpacking. Kalaupun ada, itupun melalui jalur yang berbeda, dan tidak mencakup seluruh tempat yang ingin saya kunjungi.

Akhirnya, informasi pun dikumpulkan melalui dunia maya… Dengan cara mengumpulkan informasi-informasi dari internet dan menyatukannya. Kemudian untuk pelaksanaannya… Hehehe… Yah, begitulah, dengan spontanitas tingkat tinggi… Dan tentu saja, dengan trial and error… Dan berhubung ini adalah backpacking perdana saya, sehingga menjadi banyaklah trial and error yang dilakukan berkali-kali… Hwehehehe… Yah, yang namanya pengalaman pertama, saya rasa wajar-wajar saja jika perjalanan ini tidak berjalan mulus dan masih jauh dari kata sempurna. But over all, I really enjoyed this journey…so much…!!! Terutama karena akhirnya saya sampai juga di Bromo!!! Dan saya yakin… perjalanan kali ini akan menjadi awal dari sekian banyaknya perjalanan ke berbagai belahan Nusantara dan Dunia yang akan saya lakukan di masa mendatang.

Catatan perjalanan ini saya persembahkan khususnya kepada teman-teman saya yang sangat ingin ikut serta, namun situasi dan kondisi tidak mengizinkan. Inilah sedikit pengalaman menakjubkan yang dapat saya ceritakan… Tapi, tentu saja, akan lebih menakjubkan jika dapat mengalaminya sendiri… Hohoho…  \\(^o^)//

Last but not least… I’d like to thank my traveling partner in this Tour d’ JaTim. Kapan kita ke our next destination? Bali – Lombok ??? Hmm.. Hmm… Siapa takut?!?!?! Yuuuk… (^_*)

Dan, berikut ini adalah beberapa tempat yang sempat saya kunjungi dalam Tour d’ JaTim, Agustus 2009 ini:


DayDreamer, Agustus 2009

Tour d' JaTim 2009... Sebuah Catatan Perjalanan

Beautiful BROMO...!!!

→ 1 CommentKategori: Adventure & Traveling
Ditandai: , ,

Tour d’ JaTim Day I (16/08/’09)… Menikmati Sejuknya KOTA MALANG

September 3, 2009 · 1 Komentar

Perjalanan dimulai pada pukul 06.15 WIB di dalam bis AC Biasa jurusan Semarang (Terminal Terboyo) – Surabaya (Terminal Bungurasih). Tampaknya kami sedang apes hari itu karena mesin bis mengalami gangguan sehingga beberapa kali AC mati dan mencapai puncaknya saat berada di Gresik di mana mesin bis sempat mogok untuk beberapa saat. Inilah sebabnya saya paling tidak suka melakukan perjalanan jarak jauh di siang hari. Memang sih keuntungannya adalah kita dapat menikmati pemandangan. Tapi, yah… Kalau kejadiannya seperti ini, terpanggang juga kita di dalam bis. Selain itu, melakukan perjalanan jarak jauh di siang hari = membuang 1 hari di jalan.

Akhirnya, kami tiba di Terminal Bungurasih pada pukul 13.30. Tanpa membuang waktu lagi, kami langsung mencari bis jurusan Surabaya – Malang. Dan kali ini, kami memilih bis Patas AC dengan AC yang terjamin berfungsi. Dengan memakan waktu ± 2 jam dan ongkos 15 ribu rupiah, kami tiba di Terminal Arjosari Malang, yang terletak di kawasan Blimbing.

Dengan hanya berbekal nama dan alamat beberapa hotel, serta peta Malang yang sangat tidak informatif, kami pun memutuskan untuk singgah di Wartel untuk ishoma sejenak sambil melakukan beberapa panggilan telepon untuk mencari informasi ke beberapa hotel sekaligus memesan kamar. Dan berdasarkan informasi serta rekomendasi yang didapat dari seorang teman yang bekerja di Malang, kami akhirnya memutuskan untuk bermalam di Hotel Armi yang terletak di Jalan Kaliurang.

Angkot jurusan ABG membawa kami dari Terminal Arjosari sampai Jalan Kaliurang, tepat di seberang Hotel Armi, dengan tarif 3 ribu rupiah. Setelah check-in dan mengeksplorasi kamar sejenak, kami memutuskan untuk segera pergi keluar dan menjelajahi pusat Kota Malang sebelum hari menjadi gelap. Sekali lagi, kami menaiki angkot jurusan ABG menuju Perempatan Boldi, kemudian dilanjutkan dengan sedikit berjalan kaki menuju alun-alun Kota Malang.

Setelah puas berada di seputar alun-alun, kami melanjutkan penjelajahan pusat kota Malang ke arah Tugu dan Balaikota Malang. Berhubung di atas peta tampaknya kedua tempat tersebut sangat dekat, maka kami pun memutuskan untuk berjalan kaki saja. Namun, peta tersebut cukup menipu karena jarak yang ditempuh ternyata cukup jauh. Oleh sebab itu, kami pun akhirnya berfoto-foto cukup lama di seputar Tugu sekalian mengistirahatkan kaki sejenak.

Setelah merasa puas dan perut terasa lapar, sekali lagi dengan berbekal peta, kami menuju ke arah kawasan Stasiun KA Malang, di mana terdapat banyak pilihan tempat makan. Semangkuk bakso dan seporsi besar nasi goreng pun menutup hari pertama Tour d’ JaTim.

Tour d’ JaTim Day I… Menikmati Sejuknya Kota Malang - edit

Dari kiri atas, searah jarum jam: Masjid Agung Jami Kota Malang – Tugu – Stasiun KA – Gedung Balaikota Malang


Dan… berikut ini adalah beberapa buah hotel di Kota Malang yang saya rekomendasikan, terutama dari segi harga (yang cukup murah/terjangkau) dan fasilitasnya.

Tour d’ JaTim Day I… Menikmati Sejuknya Kota Malang (Tabel Hotel)

DayDreamer, Agustus 2009

Tour d’ JaTim Day I… Menikmati Sejuknya Kota Malang (Tabel Tips)

→ 1 CommentKategori: Adventure & Traveling
Ditandai: , , ,

Tour d’ JaTim Day II – III (17-18/08/’09)… An Amazing Experience in PULAU SEMPU & Pantai Sendang Biru

September 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dari Kota Malang ke Pantai Sendang Biru

Pukul 06.30 kami meninggalkan Hotel Armi menuju Terminal Arjosari Malang. Menurut informasi yang telah berhasil kami kumpulkan sebelumnya, untuk mencapai Pantai Sendang Biru dari Terminal Arjosari Malang, pertama-tama kami seharusnya menaiki Bis Jurusan Dampit untuk mencapai Pasar Turen. Sehingga, rute yang akan kami gunakan adalah Terminal Arjosari Malang – Pasar Turen – Pantai Sendang Biru. Sesampainya di Terminal Arjosari, cari punya cari… tanya punya tanya… ternyata… Bis Jurusan Dampit hanya ada pada pukul 09.00 dan pukul 10.30… Hwaaa… Padahal waktu itu baru pukul 07.00.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan rute alternatif lainnya, yaitu Terminal Arjosari Malang – Terminal Gadang – Pasar Turen – Pantai Sendang Biru. Dan, berikut ini adalah ringkasan rute perjalanan yang kami lalui untuk mencapai Pantai Sendang Biru:

  • Terminal Arjosari Malang – Terminal Gadang: Naik Angkot Jurusan GA, dengan tarif 5 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 45 menit.
  • Terminal Gadang – Pasar Turen: Naik Bis Jurusan Gadang – Dampit (turun di Pasar Turen), dengan tarif 4 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 30 menit.
  • Pasar Turen – Pantai Sendang Biru: Naik Angkot Jurusan Pasar Turen – Pantai Sendang Biru, dengan tarif 12 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 2 jam.

Nah, ada cerita yang agak menjengkelkan di Turen. Saat kami tiba di Pasar Turen pada pukul 08.30, angkot tersebut masih mangkal di Pasar dengan 2 orang penumpang di dalam. Ternyata, angkot itu menunggu penuh baru mau berangkat, karena rupanya setoran untuk sekali berangkat + biaya bensin cukup mahal sehingga si empunya angkot akan merugi jika angkotnya tidak penuh penumpang. Dan… ternyata lagi… 2 orang penumpang yang sudah berada di dalam angkot itu sudah menunggu di sana sejak pukul 6 pagi !!!

Tunggu punya tunggu… sampai pukul 10.00… kami pun sudah tidak sabar lagi, dan memutuskan untuk naik ojek saja, yang akan memakan biaya sebesar 40 ribu rupiah. Tidak terima jika penumpangnya direbut oleh Tukang Ojek, si Abang Angkot pun akhirnya memberangkatkan angkotnya ke Pantai Sendang Biru, dengan perjanjian, kami tetap membayar 40 ribu/orang (sementara 2 penumpang lainnya tetap membayar 12 ribu/orang). Yah, terpaksa deh merogoh kocek lebih dalam, daripada harus menunggu sampai entah kapan, padahal kami cuma waktu yang terbatas dan jadwal yang sangat padat, jadi sebarang ke-molor-an akan mendatangkan kekacauan pada jadwal kami.

Di Pantai Sendang Biru

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Pt. Sendang Biru)

Pantai Sendang Biru - Kab. Malang

Pukul 12.00 kami tiba dengan selamat di Pantai Sendang Biru – yang merupakan salah satu objek wisata yang terletak di dalam Kabupaten Malang sebelah Selatan – dan langsung mencari penginapan sekalian untuk menitipkan tas-tas besar kami di sana sebelum menyeberang ke Pulau Sempu. Tempat penginapan tersebut terletak tidak jauh dari bibir pantai. Nama penginapannya adalah Wisma Wisata Keluarga, dengan tarif 75 ribu/kmr/mlm, dengan fasilitas kamar yang luas&bersih, single bed, & kamar mandi dalam. Bagi yang berminat, bisa menghubungi Mbak Iin (08133447900).

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Wisma Wisata)

Wisma Wisata Keluarga

Jangan lupa membayar karcis masuk ke Pantai Sendang Biru (Pengunjung = 4 ribu/orang; Camping = 4 ribu/orang; Kendaraan roda 2 dan roda 4 = 1 ribu; Kendaraan roda 6 = 2 ribu). Sebelum menyeberang ke Pulau Sempu, kita juga harus melapor dulu ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) yang terletak di pintu masuk Pantai Sendang Biru, karena Pulau Sempu sebenarnya adalah sebuah cagar alam yang dilindungi.

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (BKSDA)

Tempat Membayar Karcis Masuk dan Tempat Melapor pada BKSDA

Dari Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu

Saat akan menyeberang ke Pulau Sempu, kami sempat bingung juga, karena biaya sewa perahu motor PP = 100 ribu/perahu, sedangkan kami hanya berdua, dan saat itu sudah sangat siang sehingga tidak ada pengunjung lain yang akan menyeberang.

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Perahu Motor)

Perahu Motor untuk Menyeberang dari Pantai Sendang Biru ke Pulau Sempu

Di tengah kebingungan itu, kami bertemu dengan Mas Yanto dan 8 orang temannya yang juga akan menyeberang. Mereka rupanya berasal dari Malang dan sering menyeberang ke Pulau Sempu hanya untuk memancing di tepi pantainya. Ngobrol punya ngobrol… akhirnya mereka pun dengan senang hati menerima kami menumpang menyeberang bersama mereka. Rupa-rupanya kali ini mereka ingin mencoba pengalaman baru dengan menyewa sebuah perahu kecil berkapasitas 4 orang yang harus didayung sendiri oleh para penumpangnya, dengan harga sewa hanya 50 ribu/perahu/hari. Oalah… luar biasa pengalaman mendayung perahu bersama teman-teman pemancing dari Malang ini. Beberapa kali kami terseret arus ke arah bebatuan karang, sampai akhirnya berhasil juga sampai di sisi Pulau Sempu yang merupakan pintu masuk jalur trekking ke arah Segara Anakan. Dan kami tentu saja ikut menyumbang sebesar 10 ribu rupiah untuk sewa tersebut dan ikut menyumbang tenaga untuk ikut mendayung hwehehehe… Buat Mas Yanto, Mas Adam, dan kawan-kawan, terimakasih yaaa…

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Perahu Kecil)

Perahu Kecil Berkapasitas 4 Orang yang Didayung Sendiri

Di Pulau Sempu

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.30 saat kami tiba di Pulau Sempu. Sedangkan menurut informasi yang kami dapatkan, trekking sampai ke Segara Anakan memakan waktu ± 1,5 – 2 jam. Belum lagi berapa banyak waktu yang akan dihabiskan di dalam Segara Anakan. Wah… bisa-bisa hari sudah keburu gelap saat kami kembali. Kami pun bertekad untuk melakukan trekking dengan cepat. Tanah demi tanah kami pijak… Pohon demi pohon kami tembus… Jembatan kayu pun kami sebrangi… Akhirnya… Kami tiba di Segara Anakan dalam waktu 1 jam !!! Wah, senangnya… Itu berarti ada banyak jatah waktu untuk bermain-main di Segara Anakan.

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Trekking)

Jalur Trekking Menuju Segara Anakan

What an amazing view !!! Akhirnya saya berkesempatan juga mengagumi dan menikmati secara langsung keindahan pemandangan di Segara Anakan. Pasirnya… Airnya… Tebing-tebing kokoh yang mengelilinginya… Hwaaaaa… Luar biasa indah !!!

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Segara Anakan)

Pemandangan di Segara Anakan

Di salah satu sisi tebing yang mengelilingi Segara Anakan terdapat sebuah lubang tempat masuknya air dari Samudera Indonesia ke dalam Segara Anakan. Walaupun harus menunggu cukup lama, akhirnya saya berhasil berfoto tepat pada saat masuknya air melalui lubang itu. Wow… What an experience !!!

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Lobang di Segara Anakan)

Lobang di Salah Satu Sisi Tebing yang Menghubungkan Segara Anakan - Samudera Indonesia

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Lobang di Segara Anakan)

Air dari Samudera Indonesia masuk ke Segara Anakan

Di sisi lain tebing, terdapat karang yang menghadap langsung ke Samudera Indonesia. Kami pun tak melewatkan kesempatan untuk mendaki sampai ke puncak karang itu, dan… Subhanallah… Seluas dan sejauh mata memandang… Laut… laut… dan laut… Kereeeeen…!!!  d(^o^)//

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Samudera Indonesia)

Samudera Indonesia... Sejauh & Seluas Mata Memandang

Pukul 16.00… Saatnya meninggalkan keindahan di Segara Anakan. Demi mengejar kelompok lain yang akan kembali ke Pantai Sendang Biru dengan perahu motor, dan untuk menghindari kegelapan di dalam hutan jalur trekking, kami pun kembali memacu langkah, dan berhasil mencapai tepi luar Pulau Sempu dalam waktu 50 menit. Fiuuuh… Untunglah masih ada kelompok yang sedang menunggu dijemput oleh perahu mereka. Mereka adalah sekelompok pemuda Malang yang sedang memanfaatkan liburan untuk reuni bersama teman-teman SMA. Ngobrol punya ngobrol… berkenalan… dan akhirnya kami meminta izin menumpang perahu mereka untuk menyeberang ke Pantai Sendang Biru. Tentu saja, dengan penuh kesadaran diri, kami turut menyumbang 20 ribu rupiah untuk 1x jalan. (jadi, total pengeluaran kami berdua untuk PP Pantai Sendang Biru – Pulau Sempu = 30 ribu rupiah atau 15 ribu/orang).

Perahu kami sempat menyangkut karena rupanya air di bawahnya terlalu dangkal sehingga perahu tidak dapat mengambang. Penumpang pun terpaksa turun untuk mendorong perahu sampai ke bagian air yang lebih dalam. Eits… Tentu saja sebagai wanita saya tidak perlu ikut turun (walaupun saya sudah menawarkan diri lho…). Biarlah para Pria saja yang turun tangan hihihi… Berhasil… Perahu pun akhirnya dapat mengapung dan berjalan.

Hooo… Satu lagi pemandangan indah yang kami dapatkan hari itu… Menikmati sunset di atas perahu… Owh… So romantic… and beautiful…

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Sunset di Perahu)

Menikmati Indahnya Sunset di Atas Perahu Bersama Teman-Teman Baru

Kembali di Pantai Sendang Biru

Malam hari kami habiskan dengan mengisi perut, menikmati lampu-lampu perahu yang berkelap-kelip pada malam hari di Pantai Sendang Biru, serta mengevaluasi dan membahas kembali rencana perjalanan kami selanjutnya.

Pagi hari berikutnya dimulai pada pukul 07.00. Kami berkunjung sejenak ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) untuk menonton kesibukan di sana, dan mencari oleh-oleh khas Pantai Sendang biru, yaitu Abon Tuna (informasi ini kami dapatkan pada malam sebelumnya saat makan malam di salah satu warung di Pantai Sendang Biru dan mengobrol dengan Mas penjaga warung itu).

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (PPI)

Suasana di PPI... & Abon Tuna, Produk Khas Pantai Sendang Biru

Setelah sarapan dengan nasi sayur dan cumi segar, lengkap dengan segelas kopi, tibalah saatnya kami meninggalkan Pantai Sendang Biru dan pengalaman luar biasa di Pulau Sempu. Angkot jurusan Pantai Sendang Biru – Pasar Turen sudah menanti kami, lengkap dengan penumpang yang sudah mulai berjubel di dalamnya. Namun kali ini, kami hanya perlu membayar 12 ribu rupiah.

DayDreamer, Agustus 2009

Tour d’ JaTim Day II – III… Pulau Sempu & Pt. Sendang Biru (Tabel Tips)

→ Tinggalkan KomentarKategori: Adventure & Traveling · Great IDEAS and INSPIRING Stuffs
Ditandai: , , ,

Tour d’ JaTim Day III – IV (18-19/08/’09)… Menikmati Sejuknya KOTA BATU & Guyuran COBAN RONDO

September 1, 2009 · & Komentar

Perjalanan lintas-kota hari ini dimulai pada pukul 10.15, dari Pantai Sendang Biru, dengan tujuan akhir adalah Kota Batu. Jalur yang kami lalui secara berturut-turut adalah Pantai Sendang Biru – Pasar Turen – Terminal Gadang – Terminal Landungsari – Terminal Kota Batu. Dan, berikut ini adalah ringkasan rute perjalanan yang kami lalui untuk mencapai Kota Batu dari Pantai Sendang Biru:

  • Pantai Sendang Biru – Pasar Turen: Naik Angkot jurusan Pantai Sendang Biru – Pasar Turen, dengan tarif 12 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 2 jam.
  • Pasar Turen – Terminal Gadang: Naik Bis Jurusan Dampit – Gadang, dengan tarif 4 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 30 menit.
  • Terminal Gadang – Terminal Landungsari: Naik Angkot Jurusan GL, dengan tarif 2500 rupiah, dan lama perjalanan ± 50 menit.
  • Terminal Landungsari – Terminal Kota Batu: Naik Angkot Jurusan Landungsari – Batu, dengan tarif 3 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 40 menit.

Saat berada di Terminal Gadang, kami sempat makan siang sejenak dan singgah di Wartel untuk menelpon – mencari informasi seputar – tempat-tempat penginapan di Batu. Karena tak kunjung menemukan tempat penginapan dengan harga yang sesuai, maka kami memutuskan untuk langsung menuju ke Batu saja, dan bertanya-tanya lagi di sana.

Sesampainya di Terminal Kota Batu, seperti biasa, dan seperti yang telah direncanakan, kami mampir ke Wartel untuk mencari informasi mengenai tempat penginapan dengan harga terjangkau di Batu. Setelah diberikan rekomendasi nama hotel, kami kemudian menelpon 108, dilanjutkan dengan menelpon hotel yang bersangkutan.

For your information… Tarif harga hotel di Kota Batu ini relatif mahal !!! Inilah sedikit informasi mengenai beberapa hotel di Batu :

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Tabel Hotel)

Kami memilih hotel dengan harga termurah yang berhasil kami temukan, yaitu Hotel Imam Bonjol, dan tentu saja dengan pertimbangan bahwa lokasi hotel ini memberikan beberapa keuntungan bagi kami, di antaranya: (1). Dekat dengan terminal; (2). Dekat dengan tempat-tempat yang ingin kami kunjungi, yaitu Alun-Alun Kota (di mana terdapat Monumen Apel, bangunan khas Kota Batu) dan BNS (Batu Night Spectacular).

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Hotel Imam Bonjol, Batu)

Hotel Imam Bonjol

The Carnaval

Setelah check-in di hotel dan mencuci beberapa potong baju, kami pun berangkat menuju alun-alun untuk melihat pusat keramaian di Kota Batu. Ternyata hari itu merupakan hari diadakannya Karnaval 17 Agustus-an di Kota Batu. Dan kami datang pada saat yang tepat pula, tepat saat karnaval baru dimulai. Hmm.. Karena terlalu ramai, kami sampai tidak bisa berfoto di depan Monumen Apel. Ah… Tapi berhubung hotel kami dekat dengan alun-alun (1x naik angkot), maka acara berfoto di depan Monumen Apel bisa ditunda sampai besok pagi. Kami pun ikut terpukau menyaksikan karnaval yang sangat meriah ini. Wah… Jadilah kami merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke-64 di Kampung orang lain.

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Carnaval)

Setelah puas menonton Karnaval, kami pun langsung menuju BNS (Batu Night Spectacular). Rupanya angkot di Kota Batu ini hanya beroperasi sampai pukul 17.00 (pukul 5 sore). Sehingga kami harus merogoh kocek sebesar 7.500 rupiah/orang untuk menumpang ojek dari alun-alun sampai ke BNS.

BNS (Batu Night Spectacular)

BNS, sesuai dengan namanya, adalah sebuah tempat hiburan yang baru beroperasi pada pukul 15.00 sampai pukul 23.00 pada hari biasa, dan sampai pukul 24.00 pada hari Minggu dan Musim Libur. Di sini terdapat berbagai wahana permainan, sehingga tampak seperti Dufan (tempat hiburan Dunia Fantasi di Jakarta) mini. Beberapa wahana yang ada sini di antaranya adalah: Mouse Coaster, Flying Swinger, Disco Bumper Car, Aero Test, Rumah Hantu, Rumah Kaca, Cinema 4D, Sky Bike, Lampion Garden, Go-Kart, Trampolin, dan masih banyak lagi. Selain itu, terdapat Night Market yang menjual berbagai jenis barang, hingga souvenir bertuliskan BNS. Dilengkapi juga dengan foodcourt dan live music show. Secara keseluruhan, BNS mengingatkan saya pada gambaran pasar malam di film-film Hollywood, hanya saja dengan versi yang lebih modern dan tertata rapi.

Tiket masuk BNS berharga 7 ribu rupiah pada hari Senin-Kamis dan 10 ribu rupiah pada hari Jumat-Minggu dan Musim Libur. Tiket masuk ini tidak bersifat tiket terusan, yang artinya, untuk menikmati wahana yang ada di dalam, pengunjung harus membayar lagi untuk setiap wahana, dengan harga tiket masuk wahana berkisar antara 5 sampai 15 ribu rupiah. Karena harus mengeluarkan rupiah untuk setiap wahana, maka kami sangat selektif dalam memilih wahana yang ingin kami naiki.

Akhirnya, kami memutuskan untuk menaiki 3 wahana, yaitu Sky Bike, Mouse Coaster, dan Aero Test, dengan tiket masuk masing-masing wahana adalah 7 ribu rupiah. Rupanya pilihan kami tepat karena ketiga wahana tersebut sangat menarik, bahkan saya merekomendasikan Anda untuk mencoba ketiga wahana ini jika suatu saat berkunjung ke BNS..!!! Worth it lah pokoknya… Sebagai gambaran singkat mengenai ketiga wahana tersebut:

  • Sky Bike atau Sepeda Udara adalah sebuah wahana berbentuk mobil-mobilan kecil yang dikayuh di atas rel yang terletak beberapa meter di atas permukaan tanah (saya tidak tahu tepatnya berapa meter, yang jelas sangat tinggi), sehingga saat mengitari rel ini kita dapat melihat pemandangan Kota Batu dari atas. Bisa dilihat gambarnya dalam kumpulan gambar di bawah.
  • Mouse Coaster adalah semacam Roller Coaster, namun tanpa disertai adegan berputar 360 derajat. Bagi yang sudah pernah mencoba Roller Coaster di Dufan mungkin yang di sana jauh lebih menegangkan. Namun Mouse Coaster ini cukup memacu adrenalin juga, terutama karena rel-nya yang sempit, serta belokan-belokan dan jalur naik-turunnya yang mematah tajam. Bentuk rel Mouse Coaster juga dapat dilihat pada foto di bawah.
  • Aero Test inilah wahana yang paling memacu adrenalin di sini. Bahkan bagi saya yang sudah mencoba semua wahana di Dufan, dan sangat menikmati wahana-wahana pemacu adrenalin semacam ini, wahana Aero Test yang satu ini termasuk sangat menegangkan dan sangat cocok untuk ajang uji nyali… Bayangkan… Di atas bangku yang sudah diamankan dengan safety belt, tubuh kita dilempar dan diputar 360º… berkali-kali… di udara… Hahaha… Luar biasa rasanya…!!! Bagaimana??? Berani mencoba??? Wah… Sayang sekali kalau Anda tidak mencobanya… Kenapa??? Tidak berani??? Hihihi… Oops… Sayang sekali kami kelupaan mengambil gambar wahana yang satu ini. Sangking excited-nya sampai lupa berfoto… Tapi… Jadi makin penasaran kan??? Hehehe…

Setelah menikmati ketiga wahana itu, kami langsung menuju foodcourt. Di area foodcourt ini, setiap hari pada pukul 20.30 dan 22.30 diadakan pertunjukkan Air Mancur Menari dan Laser Show yang sangat spektakuler. Malam itu, sambil menikmati secangkir Hot Cappuccino, saya juga mendapat kesempatan menyaksikan Live Music Show oleh sebuah band lokal asal Kota Malang. Hmm.. Hmm.. BNS, sesuai namanya, benar-benar spektakuler…!

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (BNS) - edit

Coban Rondo

Tanggal 19 Agustus 2009 pukul 08.00… Setelah menikmati breakfast di hotel (rotinya enak lho…), kami menaiki angkot dari depan hotel menuju Terminal Kota Batu. Dari Terminal, kami naik Bis Jurusan Malang-Jombang-Tuban, dan turun di Pujon (Patung Sapi) – tepat di depan gapura bertuliskan Selamat Datang Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo, dengan tarif 3 ribu rupiah, dan lama perjalanan ± 20 menit. Kira-kira 5 menit sebelum mencapai Pujon, atau 15 menit dari Terminal, bis melewati kawasan Songgoriti dan kawasan Payung yang sangat indah, di mana orang-orang biasanya menikmati pemandangan dari atas Kota Batu terutama pada malam hari.

Berdasarkan papan penunjuk jalan, Coban Rondo masih berjarak 4 km lagi dari gapura tersebut. Sehingga, dari Patung Sapi, kami harus menumpang ojek lagi untuk sampai di Coban Rondo, dengan tarif 10 ribu rupiah/ojek/1x jalan atau 20 ribu rupiah PP (tarif ini tidak bisa ditawar karena sudah merupakan kesepakatan bersama perkumpulan Tukang Ojek di sana). Setelah naik ojek selama beberapa menit, tibalah kami di depan loket, dan membayar karcis masuk seharga 8 ribu rupiah. Dari loket tersebut, ternyata pintu masuk Coban Rondo masih cukup jauh juga. Total waktu perjalanan dari Patung Sapi sampai ke pintu masuk Coban Rondo adalah ± 10 menit.

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Patung Sapi) - edit

Patung Sapi & Gapura bertuliskan Selamat Datang Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo

Wah… Tidak menyesal jauh-jauh ke Coban Rondo, karena ternyata air terjun ini memang sangat indah. Saya yang tadinya tidak berniat berbasah-basahan akhirnya tergoda juga merendam kaki di dalam air dan merasakan sedikit guyuran air terjun. Sangking kencangnya angin yang dihasilkan oleh air terjun yang jatuh ke permukaan air, sampai-sampai terbentuk pelangi di atas permukaan air. Wuiiihhh… Keren sekali…

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Coban Rondo) - edit

Menyesal juga karena tidak membawa baju ganti, sehingga terpaksa berjemur sejenak di bawah terik matahari untuk mengeringkan pakaian setelah berbasah-basahan agar tidak masuk angin di jalan. Setelah puas berbasah-

Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Monumen Apel)

basahan dan berjemur, kami pun kembali ke Patung Sapi dengan ojek yang sama, dan dari sana segera menuju ke Alun-Alun Kota Batu.

Tujuan kami di alun-alun, tentu saja, adalah berfoto di depan Monumen Apel. Kami tidak berlama-lama di sana, karena harus mempersiapkan diri untuk ke Bromo keesokan harinya. Setelah berfoto, kami singgah makan bakso sejenak, kemudian langsung kembali ke hotel untuk check-out dan meninggalkan kesejukan di Kota Batu.

DayDreamer, Agustus 2009


Tour d’ JaTim Day III – IV… Batu & Coban Rondo (Tabel Tips)

→ 2 CommentsKategori: Adventure & Traveling
Ditandai: , , ,